PERSALINAN DENGAN PRESENTASI DAHI

STATUS OBSTETRI

I. IDENTIFIKASI KASUS

A. Identitas

No.CM : 01027371

Nama : Ny. D

Umur : 22 tahun

Pendidikan : SMU

Pekerjaan : ibu rumah tangga

Agama : Islam

Suku : Sunda

Alamat : Toblong, pasir wangi.

Masuk RS : 2 Juni 2007, jam 06.20 Wib dikirim oleh bidan

Keluar RS : 6 Juni 2007

Ruang : Jade

B. Anamnesis

Keluhan utama : Perut mules-mules

Anamnesa khusus :

G1P0A0 ibu mengatakan hamil 9 bulan dan merasa mules-mules sejak kemarin pagi. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir sejak ± 14 jam SMRS , lalu diikuti dengan keluar lendir dan darah dari jalan lahir. Ibu sudah ke bidan, lalu di rujuk ke RS. Gerakan janin dirasakan oleh ibu sejak umur kehamilan 5 bulan. Riwayat H.T dan DM disangkal.

HPHT : 24-08-2006, TP: 31-05-2007

Prenatal care : Di Puskesmas dengan bidan

C. Pemeriksaan fisik :

Keadaan umum : Compos mentis

Tensi : 130/90 mmHg

Nadi : 88 x/menit

Suhu : 36,5ºC

Pernafasan    : 24 x/menit

Cor : t.a.k

Pulmo : t.a.k

Abdomen : t.a.k

Hepar dan lien tidak teraba

STATUS OBSTERI/GINEKOLOGI

Pemeriksaan luar

Tfu : 30 cm

Lp : 94 cm

La : Kepala U

His : (+)

Djj : (+), ireguler

Pemeriksaan dalam

v/v : T.a.k

portio : tebal lembek

pembukaan : 4-5 cm

ketuban : (-)

kepala : HII, teraba pangkal hidung

Diagnosa awal : G1P0A0 inpartu + inersia uteri hypotonic

Tindakan awal : advis dr.umum: drip, PP1,5juta/unit

: konsul Sp.OG

Tanggal 02-06-07 pemeriksaan oleh dr.Sp.OG dengan hasil diagnosa : G1P0A0 inpartu + presentasi dahi+kpsw

Lalu dilakukan operasi CITO SC atas indikasi G1P0A0 inpartu + presentasi dahi+kpsw

Hasil laboratorium

Hematologi

Hb : 11.7 g/dl.

Leukosit : 20600/mm3

Trombosit : 247.000/mm3

Hematokrit : 48.5 %

Kimia klinik

Kadar gula sewaktu : 83 mg/dl

Ureum : 32 mg/dl

Kreatinin : 1.73 mg/dl

SGOT : 30 u/lt

SGPT : 38 u/lt

Diagnosa kerja akhir : G1P0A0 inpartu + presentasi dahi+KPSW

Penatalaksanaan : operasi CITO SC

LAPORAN OPERASI

Operator : dr. Sp.OG

Diagnosa pra-bedah : G1P0A0 inpartu + presentasi dahi+kpsw

Diagnosa pasca-bedah : P1A0 partus maturus lahir mati dengan SC.

Indikasi operasi : presentasi dahi

Jenis operasi : SCTP+insersi IUD

Kategori operasi : besar(CITO)

Disinfeksi kulit dengan : betadine+alkohol

Prosedur :

Ø Dilakukan tindakan aseptic dan antiseptic pada abdomen dan sekitarnya dengan menggunakan betadine+alkohol

Ø Insisi pffanensteil ± 14 cm diperdalam sampai peritoneum terbuka

Ø Tampak uterus aterm

Ø Sisihkan plika vesiko uterina, lalu dilakukan insisi semilunar pada SBR

Ø Bayi lahir dengan meluksur kepala,J.K:laki-laki, BB: 3000 gr, PB : 51 cm, A/S : -, kel : -, bayi lahir mati,lalu uterus di injeksi dengan oksitosin

Ø Plasenta lahir lengkap berat ± 600 gr

Ø Uterus dijahit,sebelumnya dilakuka insersi IUD

Ø Kontrol perdarahan , rongga abdomen dibersihkan, lalu dinding abdomen dijahit

Ø Kulit dijahit subkutikuler

* Obat post operasi : taxegram 1 gr/12jam

: metronidazole 500mg/12jam

: kaltrofen supp/8jam

LAPORAN PERSALINAN

Bayi lahir mati dengan SC jam 11.50

· Jenis kelamin : laki-laki

· Berat badan : 3000 gr

· Panjang badan : 51 cm

· A-S : -

· Anus : +

· Kelainan : -

· Diagnose : G1P0A0 inpartu+presentasi dahi+kpsw

· Jenis op : SCTP+IUD(copper-T)

Follow up

Follow up pasien di ruang jade

Tanggal 03-06-2007 tensi : 120/90 mmHg

Nadi : 80 x/menit

Suhu : 36ºC

Hematologi Hb : 11.7 gr/dl

Leukosit : 13000/mm3

Trombosit : 141000/mm3

Hematokrit : 29 %

S : ibu merasa lemas+nyeri pada jahitan operasi

BAK(+), BAB(-)

O : CM.KU:baik

Konjungtiva anemis +/+

Luka operasi baik

Bising usus (+)

Flatus (+)

Kontraksi uterus baik

Mobilisasi (-)

A : P1A0 post op SC a/i pres.dahi. hr 1

P : transfusi 1 labu

test feeding

taxegram 2×1

metronidazole 2×1

kaltrofen 3×1

Tanggal 04-06-2007 tensi : 130/90 mmHg

S : batuk

Bab(-), Bak(+)

O : CM.KU:baik

Konjungtiva anemis -/-

Mobilisasi (-)

Luka operasi baik

Bising usus baik

Flatus (+)

A : P1A0 post op SC a/i pres.dahi. hr 2

P : Taxegram 2x1

Kaltrofen 2×1

Kateter dilepas

Besok G.V

Tanggal 05-06-2007 tensi : 130/90 mmHg

S : batuk

Bab(+), Bak(+)

O : CM.KU:baik

Konjungtiva anemis -/-

Flatus (+)

Bising usus (+)

Mobilisasi(+)

Luka operasi kering

A : P1A0 post op SC a/i pres.dahi. hr 3

P : terapi oral-amoxan 3×1

Mefinal 3×1

Besok pulang

Tanggal 06-06-2007 tensi : 120/80 mmHg

S : Tidak ada keluhan

Bab(+), Bak(+)

O : CM.KU:baik

Konjungtiva anemis -/-

Flatus (+)

Bising usus (+)

Mobilisasi(+)

Luka operasi kering

A : P1A0 post op SC a/i pres.dahi. hr 4

P : th/oral lanjut

Boleh pulang

Karena keadaan umum pasien baik dan luka operasi baik pasien diperbolehkan pulang.

Permasalahan

1. Apakah diagnosis dan prosedur diagnostik pada kasus ini sudah benar?

2. Bagaimana penanganan kasus ini di RS?

Pembahasan masalah

1. Apakah diagnosis dan prosedur diagnostik pada kasus ini sudah benar?

Ibu datang ke RS dengan keluhan mules-mules ingin melahirkan, sebelumnya ibu sudah ke bidan dan di pimpin tapi tidak ada kemajuan.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, kesadaran komposmentis, tekanan darah 130/90 mmHg, nadi : 88 x/mnt, RR: 24 x/mnt, suhu: 36,5ºC.

Pada pemeriksaan luar didapat Tfu:30cm, Lp:94, La:kep U, his(+), djj:(+)ireguler.

Pada pemeriksaan dalam didapat v/v:t.a.a, po:tebal lembek, Ø:4-5 cm, ket:(-), kep HII,teraba pangkal hidung.

Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik dan obstetri di atas, penderita didiagnosis dengan G1P0A0 inpartu+presentsi dahi+kpsw.

2. Bagaimana penanganan kasus ini di RS?

Penanganan di RS sudah tepat karena pada presentasi dahi kemungkinan untuk terjadinya kelahiran spontan sangat kecil, apalagi pada bayi dengan taksiran berat > 1800 gr.

Bayi lahir mati pada kasus ini bisa karena kompresi yang berlebihan pada saat kepala berada di PAP dan infeksi intrauterina.

Presentasi dahi

Presentasi dahi adalah keadaan dimana kedudukan kepala berada diantara fleksi maksimal dan defleksi maksimal, sehingga dahi merupakan bagian yang terendah. Pada umumnya presentasi dahi ini merupakan kedudukan yang bersifat sementara, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi muka atau presentasi belakang kepala. Angka kejadian presentasi dahi kurang lebih satu diantara 400 persalinan.

Etiologi

Sebab terjadinya presentasi dahi pada dasarnya sama dengan sebab terjadinya presentasi muka yaitu keadaan-keadaan yang memaksa terjadinya defleksi kepala atau keadaan-keadaan yang memaksa terjadinya fleksi kepala. Semua presentasi muka biasanya melewati fase presentasi dahi lebih dahulu.

Diagnosis

Pada permulaan persalinan diagnosis presentasi dahi sulit ditegakkan. Pemeriksaan luar memberikan hasil seperti pada presentasi muka, tetapi bagian belakang kepala tidak seberapa menonjol. Denyut jantung janin jauh lebih jelas terdengar di bagian dada, yaitu bagian yang sama dengan bagian-bagian kecil.

Kelainan presentasi ini harus dicurigai apabila pada persalian kepala janin tidak dapat turun kedalam rongga panggul pada wanita yang pada persalinan-persalinan sebelumnya tidak pernah mengalami kesulitan. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba sutura frontalis, yang bila diikuti pada ujung yang satu diraba ubun-ubun besar dan pada ujung lain teraba pangkal hidung dan lingkar orbita. Pada presentasi dahi ini mulut dan dagu tidak dapat diraba.

Mekanisme persalinan

Kepala masuk melalui pintu atas panggul dengan sirkumferensia maksiloparietalis serta sutura frontalis melintang atau miring. Setelah terjadi moulage, dan ukuran terbesar kepala telah melalui pintu atas panggul,dagu memutar ke depan. Sesudah dagu berada didepan, dengan fosa kanina sebagai hipomoklion, terjadi fleksi sehingga ubun-ubun besar dan belakang kepala lahir melewati perineum. Kemudian terjadi defleksi, sehingga mulut dan dagu lahir dibawah simfisis. Yang menghalangi presentasi dahi berubah menjadi presentasi muka biasanya karena terjadi moulage dn kaput seksudanium yang besar pada dahi waktu kepla memasuki panggul, sehingga sulit terjadi penambahan defleksi.

Karena besarnya ukuran ini, kepala baru dapat masuk kedalam rongga panggul setelah terjasi molage untuk menyesuaikan diri pada besar dan bentuk pintu atas panggul. Persalinan membutuhkan waktu lama dan hanya 15% berlangsung spontan. Angka kematian perinatal lebih dari 20%, sedangkan persalinan pervaginam berakibat perlukaan luas pada perineum dan jalan lahir lainnya.

Penanganan

Presentasi dahi dengan ukuran panggul dan janin yang normal, tidak akan dapat lahir spontan pervaginam, sehingga harus dilahirkan secara seksio sesaria. Pada janin yang kecil dan panggul yang luas pada garis besarnya sikap dalam menghadapi persalinan presentasi dahi sama dengan sikap menghadapi persalinan presentasi muka. Bila persalinan menunjukkan kemajuan, tidak perlu dilakukan tindakan. Demikian pula bila harapan presentasi dahi dapat berubah menjadi presentasi belakang kepala atau presentasi muka. Jika pada akhir kala I kepala belum masuk ke dalam rongga panggul, dapat diusahakan dengan mengubah presentasi dengan perasat Thorn, tetapi jika tidak berhasil, sebaiknya dilakukan seksio sesaria. Meskipun kepala telah masuk ke rongga panggul, tetapi bila kala II tidak mengalami kemajuan sebaiknya juga dilakukan seksio sesaria. Bayi yang lahir dalam presentasi dahi menunjukkan kaput seksudanium yang besar pada dahi serta moulage kepala yang hebat.

Prognosis

Janin yang kecil masih mungkin lahir spontan, tetapi janin dengan berat dan besar normal tidak dapat lahir spontan pervaginam. Hal ini disebabkan karena kepala turu melalui pintu atas panggul dengan sirkumferensia maksiloparietalis(36cm) yang lebih besar daripada lingkaran pintu atas panggul.

Prognosis

Bagi ibu :

· Partus menjadi lebih lama dan lebih sulit

· Bisa terjadi robekan yang hebat

· Ruptura uteri

Bagi anak:

· Mortalitas lebih tinggi

Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Ketuban pecah sebelum waktunya adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu; yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan multipara kurang dari 5 cm. bila periode laten terlalu panjang dan ketuban sudah pecah, maka dapat terjadi infeksi yang dapat meningkatkan angka kematian ibu dan anak.

Etiologi

Penyebab masih belum diketahui dengan jelas, maka preventif tidak dapat dilakukan kecuali dalam menekan infeksi.

Pathogenesis

TAYLOR.dkk telah menyelidiki hal ini, ternyata ada hubungannya dengan hal berikut:

· adanya hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi sebelum ketuban pecah.

· Selaput ketuban terlalu tipis(kelainan ketuban)

· Infeksi(amnionitis dan korioamnionitis)

· Factor lain : multipara, malposisi/presentasi, disproporsi, cervix inkopeten, dan lain lain.

· Kpsw artificial, dimana ketuban dipecahkan terlalu dini.

Kadang-kadang agak sulit atau meragukan kita apakah ketuban benar-benar sudah pecah atau belum, apalagi bila pembukaan belum ada atau kecil.

Cara menentukan adalah dengan :

· Memeriksa adanya cairan yang berisi mekonium, verniks kaseosa, rambut lanugo, atau telah terinfeksi berbau.

· Inspekulo: lihat dan perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari kanalis servisis dan apakah sudah ada bagian yang sudah pecah.

· Gunakan kertas lakmus-bila menjadi biru(basa)-air ketuban, bila menjadi merah(asam)-air kemih(urin)

· Pemeriksaan pH forniks posterior-basa(air ketuban)

· Pemeriksaan histopatologi air(ketuban)

· Aborization dan sitologi air ketuban.

Kpsw berpengaruh pada kehamilan dan persalinan. Jarak antara pecahnya ketuban dan permulaan dari persalinan disebut periode laten=LP=lag periode. Makin muda umur kehamilan makin memanjang periode laten. Sedangkan lamanya persalinan lebih pendek dari biasanya, yaitu pada primi 10 jam dan multi 6 jam.

Pengaruh kpsw

a) Terhadap janin

Walaupun ibu belum menunjukkan gejala-gejala, infeksi tetapi janin mungkin sudah terkena infeksi, karena infeksi intra uterin lebih dulu terjadi(amnionitis, vaskulitis) sebelum gejala pada ibu dirasakan. Jadi akan meninggikan mortalitas dan morbiditas perinatal.

b) Terhadap ibu

Karena jalan telah terbuka maka dapat terjadi infeksi intrapartal, apalagi bila sering diperiksa dalam. Selain itu juga dapat dijumpai infeksi puerpuralis(nifas), peritonitis dan septicemia, serta dry-labour.

Ibu akan merasa lelah berbaring ditempat tidur, partus akan menjadi lama, suhu badan naik, nadi cepat dan nampaklah gejala-gejala infeksi. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas perinatal.

Prognosis

Ditentukan oleh cara penatalaksanaan dan komplikasi-komplikasi yang mungkin timbul serta umur dari kehamilan.

Pimpinan persalinan

1. Bila anak belum viabel(kurang dari 36 minggu), penderita dianjurkan untuk beristirahat di tempat tidur dan berikan obat-obatan antibiotika profilaksis, spasmolitika, dan roboronsia dengan tujuan untuk mengundur waktu sampai anak viabel.

2. Bila anak sudah viabel(lebih dari 36 minggu), lakukan induksi partus 6-12 jam setelah lag phase dan berikan antibiotika profilaksis. Pada kasus-kasus tertentu dimana induksi partus gagal, maka lakukan tindakan operatif.

Jadi pada kpsw penyelesaian persalinan bisa:

· Partus spontan

· Ekstraksi vakum

· Ekstrasi forsep

· Embriotomi bila anak sudah meniggal

· Seksio sesarea bila ada indikasi

Komplikasi

Pada anak

· IUFD, asfiksia, dan prematuritas

Pada ibu

· Partus lama dan infeksi, atonia uteri, perdarahan postpartum, atau infeksi nifas.

DAFTAR PUSTAKA

Mochtar,rustam.Sinopsis obstetric,ed 2,EGC, Jakarta,1998; 212.

Mochtar,rustam.Sinopsis obstetric,ed 2,EGC, Jakarta,1998;226-235.

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNPAD, Obstetri patologi,Elstar Offset,Bandung,1984;21,32-35.

Taber,Ben-zion.Kapita selekta kedaruratan Obstetri dan Ginekologi,ed1,EGC,Jakarta,1994;195-198.

Wiknjosastro,Saifudin,Rachimhadhi,ed 3,Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,Jakarta,2002;31-44.

Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal Jakarta,2002

Post by:jack

Special thank’s to: Gerry.R

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: