Ginjal Ektopik

BAB I

PENDAHULUAN

Kelainan bawaan pada saluran urogenital sering ditemukan. Insidensnya sampai sekitar satu dari tiga orang di antara penyandang kelainan bawaan.

Saluran kemih dan genitalia berasal dari kloaka embrional dan sistem eksresi yaitu ginjal  dan gonad dari sumber yang sama, yaitu pro- dan mesonefrons. Penyebab terjadinya kelainan embrional tersebut sering tidak diketahui. Faktor herediter kadang memegang peranan kausal. Pengaruh radiasi dan infeksi virus seperti rubela dan bahan kimia, misalnya talidomid, sudah lama juga dikenal sebagai faktor penyebab.

Menurut Guitrres 40% dari keadaan patologis tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti : jumlah, letak, bentuk, ukuran ataupun perputaran dari ginjal, kaliks, ureter, maupun kandung kemih. Biasanya kelainan ini berhubungan dengan kelainan pada kolumna vertebra, tractus gastrointestinal bawah, tractus genitalia atau medulla spinalis dan menings.

Kadang kelainan bawaan tidak menyebabkan gejala atau tanda, misalnya agenesia satu ginjal. Tapi kelainan bawaan mungkin juga merupakan keadaan fatal seperti agenesia kedua ginjal. Efek patologi yang mungkin terjadi adalah gangguan faal, obstruksi saluran kemih, inkontenensia urin, infertilitas, gangguan faal seks, keganasan, hipertensi, predisposisi infeksi, dan ganguan kosmetik.

Perubahan letak ginjal biasanya berupa ginjal ektopik menyilang (cross ectopic kidney), ginjal ektopik dalam pelvis, dan ginjal ektopik dalam torak.

INSIDENS

Insidens dari ginjal ektopik adalah 1: 900, dan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. 10 % dari kasus tersebut kelainannya bilateral, dan yang unilateral biasanya terjadi pada sisi kiri.

Pada kelainan letak ginjal ektopik menyilang (cross ectopic kidney), terdapat 1 kasus dari 500 orang. Pada kelainan ginjal tapal kuda 1 kasus dari 400 orang. Perbandingan untuk laki-laki dan perempuan untuk cross ectopic kidney adalah 6 : 1, sedangkan untuk tapal kuda 2 : 1.

ETIOLOGI

Ginjal ektopik merupakan kelainan kongenital.

BAB II

ANATOMI DAN FISIOLOGI GINJAL

I. ANATOMI GINJAL

Ginjal merupakan organ ganda yang terletak di daerah abdomen, retroperitoneal antara vertebra lumbal 1 dan 4. Seluruh traktus urinarius yaitu ginjal, ureter dan kandung kemih terletak di daerah retroperitoneal. Ginjal terdiri dari korteks dan medula. Tiap ginjal terdiri atas 8-12 lobus yang berbentuk piramid. Dasar piramid terletak di korteks dan puncaknya yang disebut papila bermuara di kaliks minor. Pada daerah korteks terdapat glomerulus, tubulus kontortus proksimal dan distal. Sedangkan daerah medula penuh dengan percabangan pembuluh darah arteri dan vena renalis, ansa Henle dan duktus koligens.

Nefron yang terletak di daerah korteks disebut nefron kortikal, sedangkan yang terletak di perbatasan dengan medula disebut nefron juksta medular. Nefron juksta medular mempunyai ansa Henle yang lebih panjang yang berguna terutama pada ekskresi air dan garam. Sebagian dari tubulus ginjal akan bersinggungan dengan arteriol aferen dan eferen pada tempat masuknya kapsula Bowman. Pada tempat ini sel tubulus distal menjadi lebih rapat dan intinya menjadi lebih tegas disebut makula densa.

Juga dinding arteriol aferen yang bersinggungan mengalami perubahan dan mengandung granula yang disebut renin. Daerah ini yang merupakan segitiga dengan batas-batas pembuluh aferen, eferen, dan makula densa disebut aparatus juksta glomerular.

FISIOLOGI GINJAL

Fungsi utama ginjal terutama untuk membersihkan plasma darah dari zat-zat yang tidak diperlukan tubuh terutama hasil metabolisme protein.

Proses ini dilakukan dengan beberapa mekanisme, yaitu:

  1. Filtrasi plasma di glomerulus.
  2. Reabsorpsi terhadap zat-zat yang masih diperlukan tubuh di tubulus.
  3. Sekresi zat-zat tertentu di tubulus.

Jadi urin yang terbentuk sebagai hasil akhir adalah resultat dari glomerulus + sekresi-reabsorpsi.

Fungsi ginjal secara keseluruhan dapat dibagi dalam 2 golongan yaitu:

I. Fungsi ekskresi

a.  Ekskresi sisa metabolisme protein

b. Regulasi volume cairan tubuh

c.  Menjaga keseimbangan asam-basa

II. Fungsi endokrin

a.  Partisipasi dalam eritropoesis

b. Pengaturan tekanan darah.

BAB III

GINJAL EKTOPIK

PATOFISIOLOGI

Dalam kehidupan janin, ginjal naik dari tempat asalnya dalam pelvis setinggi vertebra lumbal II. Ginjal kemudian mengadakan rotasi 90o kedalam sepanjang sumbu longitudinalnya. Hilus ginjal mengarah ke medial dan sedikit ke depan.

Kekurangan atau tidak adanya rotasi, rotasi yang berlebihan atau sebaliknya merupakan kelainan yang sering dijumpai. Hilus menghadap ke depan seperti terjadi pada kehidupan janin yang dengan kaliks-kaliks diproyeksikan ke luar dari kedua sisi pelvis pada foto frontal. Pada rotasi sebaliknya, kedua ginjal berputar ke luar dari pelvis renal langsung ke lateral. Kelainan rotasi relatif lebih sering dijumpai. Dapat terjadi unilateral atau bilateral.

Kebanyakan kelainan bawaan disebabkan oleh gangguan penyatuan, fusi atau konfluensi antara saluran embriologi sehingga terjadi ginjal ektopik.

Cross ectopic kidney, di sebabkan oleh dua hal, yaitu kegagalan pemisahan sel nefrogenik  dan penyatuan dua blastema yang  naik ke abdomen.

Menyatunya ginjal tersebut biasanya berhubungan dengan kelainan ginjal seperti wilms tumor, hidronefrosis, displasia multikistik dan ureterokel ektopik. Kelainan ini biasa terjadi pada ginjal non-ektopik. Tidak diketahui adanya hubungan dengan kelainan sistem non-genitourinaria.

Secara anatomis ginjal torakal ditandai dengan:

  • Kelainan rotasi
  • Elongasi uretra
  • Ginjal meninggi
  • Deviasi ginjal bagian bawah ke medial.

Petister Goedek dan Runir mengelompokkan ginjal torakal ke dalam 4 kelompok :

–  Ginjal torakal dengan diafragma tertutup

–    Ginjal torakal dengan relaksasi diafragma

–    Ginjal torakal dengan herniasi diafragma

–    Ginjal torakal dengan ruptur diafragma akibat trauma

DIAGNOSIS

Gambaran Klinis

Nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah perut bagian bawah, disuria, dan hematuria atau proteinuria juga dapat di temukan pada pemeriksaan rutin. Biasanya ginjal ektopik pertama kali di diagnosa pada masa kehamilan dan kadang kala sulit di bedakan dengan tumor atau abses pelvis. Suatu pemeriksaan pyelogram interavena dapat membantu diagnosa dengan tepat dan hal tersebut ditunjang jika ginjal dapat menghasilkan gambaran radioopak; laparatomi juga dapat dilakukan untuk membatu diagnosa.

Gambaran Radiologis

Cross ectopic kidney tidak terlihat pada foto x-ray, oleh karena itu digunakan foto IVP, untuk melihat massa ginjal atipik dan kedua ureter.

Pada pemeriksaan USG memberikan gambaran parenkim ginjal terdapat bayangan yang terjadi pada aspek longitudinal. Gambarannya dismorfik disertai bentuk “S” atau sigmoid, bayangan terdapat di bagian bawah, letaknya dibagian medial dan menuju kebagian anterior dari spina. Masa multikistik tampak sebagai gambaran displasia multikistik.

(Gambar 4. Cross ectopic kidney pada janin umur 2 bulan disertai kelainan ginjal)

Ginjal torakal, pada foto x-ray tampak seperti masa radioopak  berbentuk oval dibagian dasar dari toraks yang melekat dengan dinding diafragma. Untuk membantu diagnosa dianjurkan menggunakan CT-Scan.

(Gambar 5. Foto toraks posisi PA tampak bayangan masa raioopak berbentuk oval dibagian bawah hemitoraks kiri yang melekat dengan diafragma)

(Gambar 6. Ginjal torakal pada CT-scan toraks)

Pada USG tampak gambaran isthmus, malrotasi, dan pemajangan aksis renalis. Tampak pula elongasi bagian bawah, gelembung udara pada kandung kemih, dan kadang tampak pula bayangan lain seperti batu, hidronefrosis, dan skar korteks.

(Gambar 7. USG abdomen  menunjukkan massa jaringan lunak hipoechoic (isthmus) dibagian anterior spina dan aorta yang merupakan bagian bawah dari ginjal)

DIAGNOSIS BANDING

Menyatunya ginjal tersebut biasanya berhubungan dengan kelainan ginjal seperti:

˜    wilms tumor

˜    hidronefrosis

˜     displasia multikistik dan

˜    ureterokel ektopik.

Kelainan ini biasa terjadi pada ginjal non-ektopik.

PENGOBATAN

Diberikan berdasarkan kemampuan fungsi ginjal. Tindakan yang dilakukan yaitu :

  • Nefrektomi biasanya dilakukan apabila ginjal tidak berfungsi dengan baik
  • Implantasi ureter dilakukan untuk kasus refluks vesicoureter
  • Pieoplasti biasanya dilakukan bila terjadi obstruksi pada bagian ureteropelvic.

PROGNOSIS

Pada kasus ini ginjal masih dapat berfungsi normal tapi lama kelamaan dapat berkembang menjadi hidronefrosis atau pielonefritis.

BAB IV

KESIMPULAN

Kelainan ginjal ektopik merupakan kelainan kongenital. Penyebab terjadinya kasus tersebut sering tidak diketahui. Faktor herediter kadang memegang peranan kausal, selain itu pengaruh radiasi dan infeksi virus juga merupakan faktor penyebab tersering terjadinya ginjal ektopik. Insidens dari ginjal ektopik adalah 1: 900, tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Diagnosis ginjal ektopik dibuat berdasar keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah perut bagian bawah, disuria, dan hematuria atau proteinuria juga dapat di temukan pada pemeriksaan rutin. Biasanya ginjal ektopik pertama kali di diagnosa pada masa kehamilan dan kadang kala sulit di bedakan dengan tumor atau abses pelvis. Tindakan yang dilakukan yaitu nefrektomi, implantasi ureter, atau pieoplasti. Prognosis baik selama ginjal masih dapat berfungsi dengan baik..

EN’n

Iklan

Satu Tanggapan

  1. takut, reasah dan bingung ,, ketika dokter menjelasskan bahwa ginjal saya yang sebelah kiri terletak dibawah abdomen,,,, tidak ada yang bisa saya lakukan untuk saat ini,, tak ada referensi apapun,,, keminimalan ilmu tentang hal ini membuat saya pasrah,,,, kelainan genetikal mungkin,,, yach,,, semoga it will be fine… kematian Allah yang menentukan,,,, sekarang,, besok atau lusa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: