Steroid 4 meningitis bakterial…

Bacterial meningitis is uncommon but causes significant mortality and morbidity, despite optimum antibiotic therapy. A clinical trial in 301 patients showed a beneficial effect of adjunctive steroid treatment in adults with acute community-acquired pneumococcal meningitis, but data on other organisms or adverse events are sparse. This led us to do a quantitative systematic review of adjunctive steroid therapy in adults with acute bacterial meningitis. Five trials involving 623 patients were included (pneumococcal meningitis=234, meningococcal meningitis=232, others=127, unknown=30). Overall, treatment with steroids was associated with a significant reduction in mortality (relative risk 0.6, 95% CI 0.4-0.8, p=0.002) and in neurological sequelae (0.6, 0.4-1, p=0.05), and with a reduction of case-fatality in pneumococcal meningitis of 21% (0.5, 0.3-0.8, p=0.001). In meningococcal meningitis, mortality (0.9, 0.3-2.1) and neurological sequelae (0.5, 0.1-1.7) were both reduced, but not significantly. Adverse events, recorded in 391 cases, were equally divided between the treatment and placebo groups (1, 0.5-2), with gastrointestinal bleeding in 1% of steroid-treated and 4% of other patients. Since treatment with steroids reduces both mortality and neurological sequelae in adults with bacterial meningitis, without detectable adverse effects, routine steroid therapy with the first dose of antibiotics is justified in most adult patients in whom acute community-acquired bacterial meningitis is suspected.

“Jack”

Iklan

HYPERBILIRUBINEMIA

Hyperbilirubinemia

Sebelum membahas Hiperbilirubinemia, maka perlu diketahui dulu tentang ikterus pada bayi. Karena itu merupakan salah satu tanda Hiperbilirubinemia yang dapat diketahui oleh seorang perawat sebelum dilakukan pemeriksaan penunjang.

A. Definisi

1. Ikterus

Adalah perubahan warna kuning pada kulit, membrane mukosa, sclera dan organ lain yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darah dan ikterus sinonim dengan jaundice.

2. Ikterus Fisiologis

Ikterus fisiologis menurut Tarigan (2003) dan Callhon (1996) dalam Schwats (2005) adalah ikterus yang memiliki karakteristik sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Malnutrisi Energi Protein (MEP) – Kwashiorkor

Definisi

Kata “kwarshiorkor” berasal dari bahasa Ghana-Afrika yang berati “anak yang kekurangan kasih sayang ibu” (1,2). Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi (2,3). Dibedakan dengan Marasmus yang disebabkan oleh intake dengan kualitas yang normal namun kurang dalam jumlah (3).

Etiologi

Penyebab terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang berlansung kronis. Faktor yang dapat menyebabkan hal tersbut diatas antara lain (5): Baca lebih lanjut

Hidrosefalus

I. Definisi

Hidrosefalus adalah kelainan patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinal dengan atau pernah dengan tekanan intrakranial yang meninggi, sehingga terdapat pelebaran ventrikel (Darsono, 2005:209). Pelebaran ventrikuler ini akibat ketidakseimbangan antara produksi dan absorbsi cairan serebrospinal. Hidrosefalus selalu bersifat sekunder, sebagai akibat penyakit atau kerusakan otak. Adanya kelainan-kelainan tersebut menyebabkan kepala menjadi besar serta terjadi pelebaran sutura-sutura dan ubun-ubun (DeVito EE et al, 2007:328). Baca lebih lanjut

Leukemia Mieloblastik

imagesLeukemia adalah salah satu penyakit keganasan yang sangat ditakuti oleh masyarakat dewasa ini. Di Amerika Serikat, diperkirakan leukemia merupakan 2,7 persen dari semua penyakit keganasan yang terdiagnose dan 3,7 persen penyebab kematian akibat keganasan. Meskipun telah dilakukan berbagai penelitian, etiologi dari keganasan hemopoetik ini tidak diketahui secara keseluruhan. ( 1 )

Baca lebih lanjut

TRAUMA LAHIR

Kelahiran seorang bayi merupakan saat yang membahagiakan orang tua, terutama bayi yang lahir sehat. Bayi yang nantinya tumbuh menjadi anak dewasa melalui proses yang panjang, dengan tidak mengesampingkan faktor lingkungan keluarga. Terpenuhinya kebutuhan dasar anak (asah-asih-asuh) oleh keluarga akan memberikan lingkungan yang terbaik bagi anak, sehingga tumbuh kembang anak menjadi seoptimal mungkin. Tetapi tidak semua bayi lahir dalam keadaan sehat. Beberapa bayi lahir dengan gangguan pada masa prenatal, natal dan pascanatal. Keadaan ini akan memberikan pengaruh bagi tumbuh kembang anak selanjutnya.(1,2)
Baca lebih lanjut

Syndrom Down

Apa itu sindrom down?


Down syndrome merupakan kelainan kromosom yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21), Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Manusia umumnya memiliki 23 pasang kromosom, sehingga total berjumlah 46. Tetapi, bayi dengan Down Syndrome memiliki jumlah kromosom lebih banyak dari seharusnya, biasanya sekitar 47 buah (salah satu pasang, terdiri dari 3 kromosom). Kelebihan kromosom tersebut, menyebabkan sejumlah masalah, terutama  dengan perkembangan tubuh. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan.

Baca lebih lanjut