ANESTESI PADA MATA

Pembedahan mata merupakan tindakan yang unik dan menantang bagi ahli anestesi, termasuk regulasi tekanan intraokuler, pencegahan reflex okulercardiac dan penanganan akibatnya, mengontrol perluasan gas intraokuler dan dibutuhkan untuk mengerjakan kemungkinan efek sistemik obat-obat mata. Pengetahuan tentang mekanisme dan penanganan masalah tersebut dapat mempengaruhi hasil pembedahan . bagian ini juga mempertimbangkan teknik khusus dari anestesi umum dan regional dalam bedah mata.
Tekanan dinamis intraokuler
Fisiologi tekanan intraokuler
Baca lebih lanjut

Iklan

Konjungtivitis

DEFINISI kl05

Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva. Konjungtivitis gonokokal bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal. Dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata. Dalam waktu 12 sampai 48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik. Baca lebih lanjut

ULKUS KORNEA

mata21Ulkus (tukak) kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Kornea merupakan jendela untuk melihat dunia. yang merupakan bagian dari mata yang jernih, bundar dan cahaya melewati pertama kali pada struktur ini. Ulkus tersebut bisa terdapat pada sentral kornea dan berpengaruh sekali pada visus atau bisa terdapat di tepi kornea dan tidak terlalu berpengaruh pada visus. Ulkus dapat terjadi dari berbagai macam kondisi seperti benda asing seperti sepotong rumput, pasir atau lumpur yang masuk kedalam mata, kekurangan produksi air mata dan kegagalan palpebra menutup sempurna pada saat tidur. ulkus kornea mengharuskan segera ditegakkannya diagnosis dn pemberian pengobatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berat, oleh karena itu pengenalan tentang mikroorganime penyebabnya dan gambaran klinik serta penanganannya merupakan hal perlu diketahui. selengkapnya klik untuk download

by:jack

ABLASIO RETINA

mataRetina atau selaput jala, merupakan bagian mata yang mengandung reseptor yang menerima rangsangan cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Retina manusia merupakan suatu struktur yang sangat terorganisasi, yang terdiri dari lapisan badan sel dan prosessus sinaptik. Walaupun ukurannya kompak dan tampak sederhana, apabila dibandingkan dengan struktur saraf misalnya korteks serebrum, retina memiliki daya pengolahan yang sangat canggih. Pengolahan visual retina diuraikan oleh otak, dan persepsi warna, kontras, kedalaman dan bentuk berlangsung dikorteks.

Retina merupakan jaringan neurosensoris yang terletak pada bagian dalam dinding mata. Seperti film pada kamera, retina mengubah cahaya menjadi penglihatan dimata. Fungsi retina pada dasarnya ialah menerima bayangan visual yang dikirim ke otak. Bagian sentral retina atau daerah makula mengandung lebih banyak fotoreseptor kerucut daripada bagian perifer retina yang memiliki banyak sel batang. selengkapnya klik disini untuk download

Referat : DEGENERASI MAKULA

PENDAHULUAN

Degenerasi macula adalah suatu keadaan dimana macula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral. Macula adalah pusat dari retina dan merupakan bagian yang paling vital dari retina yang memungkinkan mata melihat detil-detil halus pada pusat lapang pandang. Tanda utama dari degenerasi pada makula adalah didapatkan adanya bintik-bintik abu-abu atau hitam pada pusat lapangan pandang. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan-lahan, tetapi kadang berkembang secara progresif, sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan yang sangat berat pada satu atau kedua bola mata.(1,2)
Berdasarkan American Academy of Oftalmology penyebab utama penurunan penglihatan atau kebutaan di AS yaitu umur yang lebih dari 50 tahun. Data di Amerika Serikat menunjukkan, 15 persen penduduk usia 75 tahun ke atas mengalami degenerasi makula itu. Terdapat 2 jenis tipe dasar dari penyakit-penyakit tersebut yakni Standar Macular Degeneration dan Age Related Macular Degeneration (ARMD). Bentuk yang paling sering terjadi adalah ARMD.(3,4)

Baca lebih lanjut

et a glance KATARAK

Katarak dapat didefinisikan sebagai kekeruhan pada lensa yang disebabkan oleh hidrasi / masuknya cairan bola mata ke dalam lensa atau akibat denaturasi protein lensa.
interna-nie
Keluhan Utama Pasien :
1. Pandangan berkabut (seperti berasap / awan)
2. Visus / kemampuan penglihatan perlahan menurun
3. Mata terdapat bercak keputihan (leukokore)
4. Mata silau (Fotofobia)

Etiologi :
1. Degeneratif (usia)
2. Kongenital (bawaan lahir)
3. Infeksi kehamilan
4. Penyakit sistemik (ex, Diabetes Mellitus, Hipertensi, Hipoparatiroidisme, dll)
5. Penyakit lokal pada mata (ex, uveitis, glaukoma, miopia tinggi, hiperplastik vitreus primer, dll)
6. Trauma / kecelakaan yang mengenai mata Baca lebih lanjut

ULKUS KORNEA

Ulkus (tukak) kornea adalah hilangnya sebagian permukaan kornea akibat kematian jaringan kornea. Kornea merupakan jendela untuk melihat dunia. yang merupakan bagian dari mata yang jernih, bundar dan cahaya melewati pertama kali pada struktur ini. Ulkus tersebut bisa terdapat pada sentral kornea dan berpengaruh sekali pada visus atau bisa terdapat di tepi kornea dan tidak terlalu berpengaruh pada visus. Ulkus dapat terjadi dari berbagai macam kondisi seperti benda asing seperti sepotong rumput, pasir atau lumpur yang masuk kedalam mata, kekurangan produksi air mata dan kegagalan palpebra menutup sempurna pada saat tidur. ulkus kornea mengharuskan segera ditegakkannya diagnosis dn pemberian pengobatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berat, oleh karena itu pengenalan tentang mikroorganime penyebabnya dan gambaran klinik serta penanganannya merupakan hal perlu diketahui. …selengkapnya download disini